Edu Wisata Mangroove Di Kota Semarang

Kota Semarang adalah qq online di ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bandung.[3][4] Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa. Bahkan, Area Metropolitan Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Purwodadi Kabupaten Grobogan) dengan penduduk sekitar 6 juta jiwa, merupakan Wilayah Metropolis terpadat keempat, setelah Jabodetabek (Jakarta), Gerbangkertosusilo (Surabaya), dan Bandung Raya.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang ditandai pula dengan munculnya beberapa gedung pencakar langit di beberapa sudut kota. Sayangnya, pesatnya jumlah penduduk membuat kemacetan lalu lintas di dalam Kota Semarang semakin macet. Kota Semarang dipimpin oleh wali kota Hendrar Prihadi, S.E, M.M dan wakil wali kota Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu. Kota domino qq ini terletak sekitar 558 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya, atau 621 km sebalah barat daya Banjarmasin (via udara).[5] Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.Luas Kota 373.67 km2.

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, Tembalang dan Banyumanik. Pusat pertumbuhan di Semarang sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk muncul menjadi kota kecil baru, seperti di Semarang bagian atas tumbuhnya daerah Banyumanik sebagai pusat aktivitas dan aglomerasi penduduk Kota Semarang bagian atas menjadikan daerah ini cukup padat.

Jalan – jalan di Kota Semarang, Jawa Tengah, jangan pernah melewatkan jelajah destinasi baru di kota ini. Salah satu wisata menarik yang masih populer adalah Mangrove Edu Park poker online di Pantai Maron, Semarang. Lokasi wisata ini sangat mudah dijangkau, karena lokasi berada sangat dekat hanya tiga kilometer dari Bandara Ahmad Yani, Semarang. Meski sebagai wisata baru, keindahan edu wisata mangrove kini banyak diburu wisatawan.

Selain indahnya ribuan tumbuhan mangrove, kawasan ini telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti saung, tempat parkir, joglo diskusi hingga menara pemantau untuk berswafoto. Pengunjung juga dimanjakan dengan lalu lalang pesawat yang naik turun menuju bandara Ahmad Yani.

Keberadaan edu wisata ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi ternama di Semarang, yakni PT Phapros Tbk sejak 2011 silam. Awalnya, penanaman ribuan mangrove itu hanya untuk tujuan konservasi, dan menjaga wilayah pantai Semarang dari bahaya abrasi. Namun lambat laun, kawasan ini menjadi destinasi menarik yang kemudian dijadikan edu wisata mangrove. Bahkan, kawasan itu kini menjadi laboratorium hidup bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar tentang mangrove.

” Edu wisata mangrove ini kita terus kembangkan melalui dana CSR bina lingkungan kita, ” kata Direktur Utama PT Phapros Tbk, Barokah Sri Utami, Jumat, 21 Juli 2017. Sebagai pusat edu wisata mangrove, pihak perusahaan bahkan terus menggalakkan sejumlah kegiatan menarik bagi masyarakat di lokasi ini. Salah satunya kegiatan Phapros Mengajar bagi pelajar dan lintas komunitas. Kegiatan ini diisi dengan materi soal konservasi, pemanfaatan tumbuhan mangrove hingga pengelolaan kawasan mangrove. Ganis Rian Efendi, pengajar dari Yayasan Ikatan Keluarga KeSEMAT Semarang, mengaku, selain melibatkan pelajar baik SD, SMP hingga SMA, kegiatan edu wisata mangrove juga menggandeng komunitas lingkungan, media, drone, serta komunitas kesenian.

“Khusus untuk pelajar kita juluki mereka dengan kelompok mangrove kecil. Dan selama ini mereka antusias belajar mengrove. Apalagi wisata seperti ini kini masih jadi tren di kawasan pesisir Pantura khususnya Semarang,” ujarnya.